Beranda Industri Kasad Maruli Simanjuntak Ramaikan Panen Fest 2026, Menyemai Harapan dari Lapangan Banteng

Kasad Maruli Simanjuntak Ramaikan Panen Fest 2026, Menyemai Harapan dari Lapangan Banteng

0
20

Langit mendung menggantung di atas Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu pagi itu. Hujan rintik turun perlahan, namun tak menyurutkan langkah pengunjung yang hilir mudik di antara deretan stan hasil pertanian. Di ruang terbuka yang sarat aroma tanah basah dan pangan segar itulah Panen Fest 2026 digelar—sebuah perayaan enam tahun Panen News, media daring yang menekuni denyut agribisnis nasional.

Mengusung tema “Pangan Mandiri, Masa Depan Negeri”, Panen Fest tahun ini menempatkan isu pangan sebagai poros utama. Tema itu sejalan dengan ambisi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu pilar Asta Cita. Dari lapangan terbuka di jantung ibu kota, pesan itu digaungkan: kemandirian pangan bukan sekadar jargon, melainkan kerja panjang yang menuntut kolaborasi lintas sektor.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, turut hadir di tengah keramaian. Mengenakan pakaian dinas, Maruli menyapa pengunjung, menyusuri stan-stan hasil pertanian, dan menyimak cerita para pelaku usaha. Kehadirannya menambah bobot simbolik acara—bahwa urusan pangan bukan hanya domain petani dan kementerian teknis, tetapi juga bagian dari strategi pertahanan negara.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa menginformasikan ke masyarakat dan memotivasi sektor pertanian, sehingga produksinya bisa meningkat,” ujar Maruli di sela-sela acara.

Dalam kesempatan itu, Maruli menerima Apresiasi Insan Inspiratif dari Panen News. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendorong berbagai program TNI AD yang bersentuhan langsung dengan sektor pangan, mulai dari pengembangan agroforestri, penyediaan air bersih, hingga penguatan teritori pangan di berbagai daerah. Namun Maruli menepis anggapan bahwa penghargaan itu merupakan prestasi personal.

“Hari ini saya hadir katanya mendapatkan penghargaan karena peran TNI AD. Jadi ini bukan untuk pribadi saya sebagai Kasad,” katanya singkat, menekankan bahwa kerja-kerja tersebut merupakan hasil kolektif institusi.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, turut mendampingi Maruli dalam penerimaan penghargaan. Ia menilai apresiasi itu menjadi pemantik semangat bagi lembaganya untuk terus memperkuat peran sebagai penyangga pangan nasional.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dan memberikan pelayanan yang maksimal,” ujar Ahmad.

Dari sisi legislatif, Panen Fest 2026 juga dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Komisi IV membidangi urusan strategis seperti pertanian, pangan, kehutanan, dan kelautan—sektor yang kerap luput dari sorotan publik kecuali saat krisis datang.

Menurut Titiek, pameran hasil pertanian seperti Panen Fest penting untuk mendekatkan masyarakat dengan realitas produksi pangan nasional. “Lewat acara seperti ini, masyarakat bisa melihat sejauh mana perkembangan produksi hortikultura dan pangan kita. Ini patut diapresiasi,” katanya.

Namun perbincangan soal pangan tak melulu berhenti pada etalase hasil panen. Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia (STII), Fathurrahman Mahfudz, mengingatkan bahwa ketahanan pangan Indonesia tak bisa dilepaskan dari dinamika global yang kian bergejolak.

“Geopolitik dunia hari ini tidak baik-baik saja. Dampaknya tentu akan terasa pada ketahanan pangan global,” ujarnya. Meski Indonesia telah mencatatkan swasembada beras dan jagung, Fathurrahman mengajak publik untuk berpikir lebih jauh. “Apakah kita cukup bangga dengan itu, sementara kebutuhan pangan hari ini bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga regional, bahkan dunia?”

Tantangan serupa juga disoroti dari sisi akademik. Guru Besar Ilmu Agroforestri Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Nurheni Wijayanto, menilai persoalan sumber daya manusia petani masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.

“SDM petani kita masih membutuhkan pendampingan yang intensif,” kata Nurheni. Ia menekankan peran perguruan tinggi untuk lebih aktif terjun ke lapangan. “Kami sering mendorong mahasiswa agar mendampingi petani dengan ikhlas. Dari situ, transfer ilmu akan lebih mudah dan pada akhirnya mendorong peningkatan produksi.”

Sebagai tuan rumah, Pemimpin Umum Panen News, Amir Firmansyah, menyebut Panen Fest sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ruang pertemuan berbagai kepentingan di sektor pangan. “Bangsa ini dianugerahi sumber daya alam pertanian yang luar biasa. Tugas kita adalah merawat dan mengelolanya dengan bijak,” ujarnya.

Amir menjelaskan, rangkaian acara Panen Fest 2026 diawali dengan parade hasil pertanian dari berbagai daerah. Lebih dari 50 stan meramaikan area bazar, menampilkan produk segar hingga olahan, yang dihasilkan petani, UMKM, serta kelompok binaan instansi pemerintah. Cuaca yang kurang bersahabat tak menyurutkan antusiasme pengunjung untuk mencicipi dan membeli produk-produk tersebut.

Menjelang sore, suasana Lapangan Banteng kian semarak. Dua band kenamaan, Slank dan Ungu, naik ke atas panggung. Lagu-lagu populer mereka mengalun, mengundang pengunjung mendekat setelah berbelanja. Di tengah denting gitar dan koor penonton, Panen Fest 2026 menutup hari dengan satu pesan sederhana namun penting: pangan bukan sekadar urusan dapur, melainkan fondasi masa depan negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini