Beranda Bursa Bisnis Emas BSI Sudah Tembus Rp 17 T, Ditargetkan Capai Rp 100...

Bisnis Emas BSI Sudah Tembus Rp 17 T, Ditargetkan Capai Rp 100 T pada 2030

0
29

 

JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat bisnis emas yang dikelola perseroan telah menembus Rp 17 triliun. Angka tersebut mencakup berbagai layanan, mulai dari pembelian, tabungan, cicilan, hingga gadai emas.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menargetkan nilai bisnis emas akan meningkat signifikan hingga mencapai Rp 100 triliun pada 2030 mendatang.

“Yang pasti sekarang total bisnis emas BSI adalah Rp 17 triliun. Dan target kita di tahun 2030 bisa mencapai Rp 100 triliun,” ujar Anggoro dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di JIExpo, Jakarta Pusat, Rabu (8/10).

Menurut Anggoro, layanan tabungan emas BSI saat ini sudah mencapai 1,1 ton, dengan jumlah nasabah sekitar 200.000 orang. “Bisnis emas BSI saat ini meliputi beli, jual, gadai, dan cicil. Itu yang kami fokuskan dan terus kembangkan,” tambahnya.

Selain emas, BSI juga aktif dalam penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Anggoro memaparkan, pengumpulan ZISWAF BSI mencapai sekitar Rp 300 miliar per tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari zakat korporasi sebesar Rp 230 miliar, sementara sisanya sekitar Rp 40 miliar berasal dari zakat karyawan dan masyarakat umum.

“Selama empat tahun terakhir, total pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di BSI sudah mencapai Rp 1 triliun,” jelasnya.

Dari sisi transaksi, minat masyarakat terhadap emas di BSI menunjukkan lonjakan tajam. Pada kuartal II 2025, pembelian emas tercatat tumbuh 441 persen secara tahunan (year on year/yoy).

BSI sendiri saat ini menjadi satu-satunya bank yang mendapat izin layanan bank emas. SVP Corporate Secretary & Communication BSI, Wisnu Sunandar, menyebutkan prospek layanan ini sangat besar seiring meningkatnya minat masyarakat pada emas batangan.

“Potensi bullion bank ini sangat besar. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa mendorong peningkatan demand. Karena emas tidak hanya berfungsi sebagai wealth protector bagi masyarakat, tetapi juga mendukung ketahanan moneter dan fiskal sebuah negara,” ujar Wisnu dalam keterangan resmi.

Dengan target bisnis emas Rp 100 triliun pada 2030, BSI optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus pemain utama dalam layanan bank emas di Tanah Air.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini