Beranda Nasional MP Tumanggor: Langkah Cepat Menteri Maruarar Percepat Relokasi Korban Bencana Sumatra Patut...

MP Tumanggor: Langkah Cepat Menteri Maruarar Percepat Relokasi Korban Bencana Sumatra Patut Diapresiasi

0
21

Master Parulian Tumanggor, mantan Buoati Dairi Sumatera Utara menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap langkah cepat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang menegaskan percepatan relokasi hunian korban banjir dan longsor di Sumatra. Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan bencana berjalan sigap, efektif, dan berpihak pada warga terdampak.

Maruarar mengumumkan langkah percepatan tersebut pada Minggu malam, 7 Desember 2025, di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda. Di hadapan jajaran kementerian dan pemerintah daerah, ia menegaskan bahwa percepatan relokasi menjadi prioritas karena ribuan keluarga membutuhkan kepastian hunian aman setelah rumah mereka tersapu banjir bandang dan longsor.

 

Menurut Tumanggor, keputusan cepat pemerintah mencerminkan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah rakyat. “Ini keputusan cepat yang menunjukkan kehadiran negara. Masyarakat tentu merasa lebih tenang ketika pemimpinnya turun langsung dan memastikan perbaikan berjalan,” kata Tumanggor, Senin, 8 Desember 2025.

Ia menilai rangkaian langkah Prabowo dan koordinasi cepat Maruarar Sirait menunjukkan pemerintahan yang responsif dan tegas. “Dalam situasi genting, kehadiran pemimpin di lokasi bencana sangat menentukan. Bukan hanya memberi arahan, tetapi memastikan rakyat tidak sendirian,” ujar Tumanggor.

Dari Aceh, Maruarar menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh kementerian bergerak cepat. Balai-balai perumahan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah diperintahkan turun ke lapangan. Para direktur jenderal juga dikerahkan beberapa hari terakhir untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah mengenai lokasi relokasi yang dianggap aman, tidak rawan bencana, dan tetap dekat dengan pusat aktivitas warga.

“Presiden ingin penanganan yang cepat dan tepat. Karenanya, semua unit bergerak. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat berada terlalu lama di hunian sementara,” kata Maruarar.

Relokasi ini dirancang sebagai proses terpadu — dari pemilihan lokasi, penyediaan lahan, hingga pengerjaan konstruksi. Pemerintah menargetkan hunian bisa mulai dibangun dalam waktu sesingkat mungkin, dengan jaminan keamanan agar bencana serupa tidak terulang di lokasi yang baru.

Untuk mempercepat pembangunan, Kementerian PKP menjajaki kerja sama teknis dengan PT Semen Indonesia, membahas metode konstruksi cepat yang tetap memenuhi standar keselamatan. Salah satu teknologi yang tengah dipertimbangkan adalah Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), sistem panel pra-fabrikasi yang dapat dirakit dalam waktu singkat.

RISHA dianggap relevan mengingat kebutuhan hunian yang sangat besar. Jumlah pengungsi mencapai ratusan ribu orang, dan sebagian di antara mereka kehilangan rumah sepenuhnya. Metode konstruksi konvensional dinilai terlalu lambat untuk situasi darurat seperti sekarang.

“Kebutuhan rumah sangat besar. Karena itu semua opsi percepatan kita kaji. Yang penting aman dan cepat,” kata Maruarar.

Dari sisi pendanaan, Maruarar memastikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran. Rapat koordinasi di Hambalang antara Presiden Prabowo, Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kementerian PKP digelar untuk memperkuat kesiapan finansial program relokasi besar-besaran ini.

Presiden, kata Maruarar, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan korban bencana menunggu terlalu lama. “Relokasi ini harus didukung penuh. Anggaran bukan hambatan,” ujarnya.

Di luar pemerintah, Maruarar juga menyoroti gelombang solidaritas publik. Bantuan dari warga, perusahaan, hingga organisasi sosial mengalir ke berbagai titik bencana. “Banyak sekali bantuan dari masyarakat dan perusahaan. Inilah kekuatan bangsa kita, gotong royong,” katanya.

MP Tumanggor berharap percepatan relokasi dan perbaikan infrastruktur dapat mengembalikan aktivitas masyarakat Sumatra dalam waktu dekat. Ia memuji kepemimpinan Prabowo dan kesigapan Maruarar sebagai kombinasi yang dibutuhkan di masa krisis.

“Aceh dan Sumatra membutuhkan dukungan penuh. Langkah-langkah pemerintah membawa harapan bagi banyak keluarga yang tengah bangkit dari bencana,” kata Tumanggor.

Ia menutup pernyataannya dengan nada optimistis. “Yang penting sekarang adalah mempercepat pemulihan. Pemerintah sudah berjalan ke arah yang benar.”

Dengan deretan instruksi presiden, percepatan relokasi, dan koordinasi intensif di lapangan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk berada di garda depan pemulihan bencana, memastikan bahwa para korban kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini