Beranda Utama Natal Warga Binaan Lapas Kelas II A Tangerang: Haru dan Memukau

Natal Warga Binaan Lapas Kelas II A Tangerang: Haru dan Memukau

0
23

Perayaan Natal warga binaan Lapas Kelas II A Tangerang berlangsung penuh haru dan kekhidmatan, Jumat, 19 Desember 2025.

Ibadah Natal yang digelar di Gereja El Shaddai Lapas Kelas II A Tangerang itu diikuti seluruh warga binaan beragama Kristiani serta dihadiri Kepala Lapas beserta jajaran pejabat struktural.

Pendeta Robson Samosir, yang menyampaikan khotbah Natal, mengungkapkan kekagumannya atas penyelenggaraan acara tersebut. Ia menyebut perayaan Natal kali ini sebagai salah satu yang paling berkesan sepanjang pelayanannya.

“Saya sudah banyak mengikuti acara Natal, tetapi baru kali ini saya menyaksikan Natal yang begitu menyentuh dan membuat saya meneteskan air mata,” kata Robson saat memberikan kesaksian di sela ibadah.

Kesan mendalam itu, menurut Robson, muncul dari drama Natal yang menyentuh hati, paduan suara warga binaan yang tampil harmonis, serta suasana ibadah yang penuh penghayatan. Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika Putri Candrawati Sambo, warga binaan yang juga menjadi ketua panitia Natal, membuka ibadah dengan menyanyikan lagu Silent Night secara sederhana namun penuh penghayatan. Penampilan tersebut membuat banyak hadirin terharu, termasuk Ibu Supri Hetty dari Yayasan Trias Kasih Putri yang tampak beberapa kali menyeka air mata.

Putri Candrawathi sedang menyanyikan solo Silhn Night diiringi Choir Warga Lapas.

Perayaan Natal tahun ini diselenggarakan dengan dukungan Yayasan Trias Kasih Putri. Kedatangan rombongan yayasan disambut dengan tarian Tor-tor sebagai tarian selamat datang, dilanjutkan iringan musik angklung dengan lagu Bukan Karena Kuatku dan Terima Kasih Cinta saat rombongan memasuki halaman gereja. Sambutan itu menuai tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Rangkaian hiasan Natal yang menghiasi Gereja El Shaddai juga menjadi perhatian tersendiri. Seluruh dekorasi dirancang dan dikerjakan langsung oleh Putri Candrawati Sambo dengan menggunakan bahan buah-buahan dan sayuran domestik, antara lain jeruk Brastagi sekitar 80 kilogram, buah naga 50 kilogram, semangka, melon, pisang, wortel, labu kuning, mangga, serta kacang panjang.

Putri menjelaskan, penggunaan buah dan sayur sebagai hiasan Natal memiliki makna simbolis.

“Jika dahulu orang Majus datang membawa emas, mur, dan kemenyan, maka kami membawa buah-buahan dan sayuran sebagai bentuk persembahan kami kepada Tuhan,” ujarnya.

Usai perayaan Natal, seluruh buah dan sayuran tersebut dibagikan kepada warga binaan.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas II A Tangerang, Dr. Triana Agustin, S.H., M.H., mengajak warga binaan untuk memaknai kelahiran Yesus Kristus sebagai pedoman hidup.

“Jadikan peristiwa Natal sebagai kekuatan dan tuntunan, baik selama menjalani masa pidana maupun kelak ketika kembali ke keluarga dan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Yayasan Trias Kasih Putri juga menyerahkan bantuan berupa 100 kursi untuk kebutuhan ibadah di Gereja El Shaddai serta bingkisan Natal bagi warga binaan.

Suasana ibadah semakin khidmat saat Pendeta Robson Samosir membawakan lagu Goodness of God, disusul duet bersama Zanetta Naomi, penyanyi rohani muda berbakat yang sejak usia 13 tahun pernah diiringi langsung oleh pianis dan produser musik ternama dunia, David Foster.

Saat lagu Goodness of God dikumandangkan, seluruh hadirin ikut bernyanyi sambil mengangkat tangan, larut dalam doa dan ungkapan syukur, dengan sebagian tak kuasa menahan air mata.

Freddy Sutrisna, salah satu perwakilan rombongan Yayasan Trias Kasih Putri, mengaku sangat terharu.

“Acara ini dirancang dengan luar biasa. Saya bisa merasakan harapan para warga binaan, termasuk harapan Putri dan rekan-rekannya selama berada di balik teralis besi,” ujarnya.

Perayaan Natal berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan saling bersalaman. Warga binaan tampak enggan melepas kepergian rombongan yayasan, suasana haru kembali terasa saat perpisahan.

Dalam penutup khotbahnya, Pendeta Robson menegaskan pesan utama Natal.

“Yesus lahir ke dunia bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Gunakan waktu selama berada di dalam lapas untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan. Saya percaya, mujizat kedamaian, kesehatan, dan ketabahan akan menyertai,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini