Beranda Korporasi Ultrajaya Dukung Program MBG, Gelontorkan Investasi Rp1,14 Triliun

Ultrajaya Dukung Program MBG, Gelontorkan Investasi Rp1,14 Triliun

0
30
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk investasi senilai Rp 1,14 triliun untuk memperkuat pasokan susu UHT bagi program MBG/ist

Indonesiafinance.id, Jakarta- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya melalui peningkatan kapasitas produksi dan penerapan teknologi industri 4.0.

Kesiapan tersebut tercermin dari investasi baru PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk senilai Rp 1,14 triliun untuk memperkuat pasokan susu UHT bagi program MBG.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri pengolahan susu memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program prioritas pemerintah.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta (24/1).

Salah satu bentuk kesiapan yang dilakukan oleh PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk melalui pengoperasian pabrik barunya di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 ml dan 200 ml yang dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan program MBG. Penambahan lini produksi ini baru direncanakan pada bulan Maret 2026.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika turut menyampaikan bahwa pabrik Ultrajaya juga telah menerapkan teknologi industri 4.0. “Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” ujarnya.

Teknologi yang diterapkan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), serta sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).

Selain itu, pabrik tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas pengolahan limbah cair melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration, yang memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.

Sementara dari sisi hulu, untuk memastikan pasokan bahan baku susu segar, PT Ultrajaya tengah mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi perah, serta berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah guna memperkuat pasokan susu segar dalam negeri.

Ke depan, Kemenperin akan terus mendorong PT Ultrajaya untuk meningkatkan pemanfaatan susu segar dalam negeri dalam rangka memenuhi target program MBG, sekaligus mengajak perusahaan untuk mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini