Beranda Bursa BEI Akhiri Suspensi, SMLE hingga RMKE Kembali Diperdagangkan

BEI Akhiri Suspensi, SMLE hingga RMKE Kembali Diperdagangkan

0
48
Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)/ist

 Indonesiafinance.id, Jakarta- Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi atas empat saham yang sebelumnya dihentikan sementara akibat lonjakan harga. Mulai Rabu (8/10/2025), saham SMLE, AGII, LPPS, dan RMKE kembali bisa diperdagangkan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan keputusan ini diambil setelah bursa menilai aktivitas perdagangan saham-saham tersebut sudah kembali normal. “Suspensi atas perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 8 Oktober 2025,” ujar Yulianto.

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) pada Senin (29/9/2025) akibat lonjakan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat. Suspensi serupa kemudian diberlakukan pada PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS), dan PT RMK Energy Tbk (RMKE) pada Senin (6/10/2025) setelah harga ketiganya juga melonjak tajam.

Kebijakan suspensi itu merupakan bagian dari mekanisme cooling down yang diterapkan BEI untuk melindungi investor serta menjaga stabilitas pasar. Dengan pencabutan suspensi, keempat saham kini kembali dapat diperdagangkan di bursa.

Pada perdagangan terakhir sebelum suspensi, saham SMLE ditutup menguat di Rp322 per lembar, naik 2,55 persen dari Rp314 dengan volume transaksi 42,88 juta lembar. Sepanjang 2025, SMLE bergerak di rentang Rp98–Rp322, sementara dalam 52 minggu terakhir berada di kisaran Rp78–Rp352, dengan kapitalisasi pasar Rp749,66 miliar.

Saham AGII pada 6 Oktober melonjak 24,8 persen ke level Rp1.560 per lembar, naik 310 poin dari penutupan sebelumnya Rp1.250. Lonjakan ini membuat AGII mencetak harga tertinggi tahun di Rp1.560, sedangkan level terendahnya berada di Rp715 pada 15 September. Kapitalisasi pasar AGII kini sekitar Rp4,78 triliun.

Saham LPPS juga menguat ke Rp204 per lembar pada 6 Oktober, naik 7,37 persen dari penutupan sebelumnya Rp190. Sepanjang tahun, saham ini bergerak di kisaran Rp52–Rp204, dengan kapitalisasi pasar Rp528 miliar.

Sementara itu, RMKE mencatat kenaikan signifikan 24,53 persen ke Rp2.310 per lembar pada perdagangan yang sama. Harga tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun. Dalam 52 minggu terakhir, RMKE bergerak di kisaran Rp486–Rp2.310, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp10,11 triliun.

Dengan kembali dibukanya perdagangan, investor kini dapat kembali memperdagangkan keempat saham yang sempat dibekukan akibat gejolak harga. Bursa berharap pencabutan suspensi ini dapat mendorong stabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini