Beranda Perdagangan Mendag RI dan Wamendag Afrika Selatan Bahas Langkah Konkret Penguatan Kerja Sama...

Mendag RI dan Wamendag Afrika Selatan Bahas Langkah Konkret Penguatan Kerja Sama Perdagangan

0
19
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Kompetisi Republik Afrika Selatan Zuko Godlimpi di Gqeberha, Jumat 10 Oktober 2025. Dok: Kemendag

JAKARTA, Indonesiafinance.id – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Kompetisi Republik Afrika Selatan Zuko Godlimpi pada Jumat (10/10) di Gqeberha, Afrika Selatan. Pertemuan ini berlangsung di sela kegiatan Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20.

Pertemuan membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan ekonomi antara Indonesia dan Afrika Selatan. Langkah penguatan ini termasuk untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis Selatan-Selatan. Kami sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan kerja sama baru di bidang perdagangan dan pengembangan UMKM,” ujar Mendag Busan.

Di samping itu, mengemuka diskusi untuk merevitalisasi Joint Trade Committee (JTC) kedua negara. Forum JTC Indonesia–Afrika Selatan dibentuk pada 2005 dan berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi antara kedua negara, khususnya dalam menjajaki peluang pembentukan perjanjian perdagangan.

Mendag Busan mengusulkan penyelenggaraan JTC ke-4 untuk membahas langkah strategis memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan industri. Pertemuan terakhir, atau JTC ke-3, diselenggarakan di Pretoria, Afrika Selatan pada 2017. Mendag Busan pun berharap, pertemuan berikutnya dapat segera dijadwalkan di Indonesia.

“Forum JTC merupakan wadah penting untuk membahas peluang dan tantangan perdagangan bilateral. Kami berharap JTC ke-4 dapat segera digelar agar kerja sama ekonomi Indonesia-Afrika Selatan semakin konkret,” tambah Mendag Busan.

Selain itu, Indonesia mengusulkan agar kedua negara dapat menjajaki potensi perundingan perjanjian perdagangan secara bertahap. Sementara Afrika Selatan mengharapkan Indonesia untuk mengirimkan proposal pembentukan kerangka kerja sama dalam waktu dekat.

Mendag Busan menegaskan posisi Afrika Selatan sebagai mitra dagang strategis Indonesia di Benua Afrika. Ia berharap, kerja sama perdagangan kedua negara dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, karet, kendaraan bermotor, serta produk-produk industri, di Afrika Selatan.

“Kami menyambut baik komitmen Afrika Selatan untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan Indonesia. Sinergi ini akan membuka peluang besar bagi pelaku usaha kedua negara,” tutur Mendag Busan.

Sepanjang Januari–Agustus 2025, total perdagangan Indonesia dan Afrika Selatan tercatat sebesar USD 1,42 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 690,60 juta dan impor sebesar USD 732,10 juta. 

Sementara itu, pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD 2,41 miliar, meningkat 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 790,40 juta, sedangkan impor dari Afrika Selatan mencapai USD 1,62 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Afrika Selatan, antara lain, minyak sawit dan turunannya, buldoser, mobil penumpang, kopra, serta karet alam. Adapun produk impor utama dari Afrika Selatan meliputi paduan aloi, bijih kromium, bijih mangan, aluminium mentah, serta gula tebu atau sukrosa murni.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini