Beranda Utama Natal Sederhana Warga Gereja Sumatera Utara di Jakarta, Doa dan Solidaritas Mengalir...

Natal Sederhana Warga Gereja Sumatera Utara di Jakarta, Doa dan Solidaritas Mengalir di Tengah Duka

0
23

JAKARTA — Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti sebagian wilayah Sumatera, sekitar 1.500 warga Kristiani asal Sumatera Utara yang bermukim di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akan berkumpul dalam Perayaan Natal Bersama pada Senin sore, 22 Desember 2025, pukul 17.00 WIB. Perayaan ini digelar secara sederhana di Gedung Mulia Rasa, Kebun Natas, Jakarta.

Tokoh nasional Hasim Djoyohadikusuma dijadwalkan hadir dalam perayaan Natal tersebut. Kehadirannya menegaskan pesan kebersamaan dan empati lintas ruang, di saat masyarakat Sumatera—khususnya Sumatera Utara—sedang menghadapi rentetan bencana alam yang menimbulkan duka mendalam.

Natal bersama ini diinisiasi oleh gereja-gereja asal Sumatera Utara yang ada di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Jemaat yang hadir mewakili beragam latar belakang etnis dan sinode gereja, mulai dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang merepresentasikan etnis Toba, Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) berskala nasional, hingga Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD), Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), serta Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA). Sejumlah jemaat lintas gereja lainnya juga turut ambil bagian.

Ketua Panitia Natal Bersama, Ir. Dumoli Pardede, MBA, mengatakan perayaan Natal tahun ini sengaja dikemas tanpa kemegahan. “Natal kali ini kami rayakan dengan kesederhanaan, sebagai bentuk empati atas musibah yang dialami saudara-saudara kami di Sumatera Utara,” ujarnya. Menurut dia, semangat Natal tidak semata soal perayaan, melainkan juga soal kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Selain ibadah dan perayaan rohani, Natal bersama ini juga menjadi momentum untuk menggerakkan solidaritas warga Sumatera Utara di perantauan. Doa-doa yang dipanjatkan diharapkan tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi berlanjut dalam aksi nyata membantu korban bencana alam di kampung halaman. Dalam acara tersebut, panitia akan menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi warga Sumatera Utara yang terdampak musibah.

Perayaan Natal ini turut dihadiri Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, S.Th., beserta para praeses distrik dari berbagai gereja yang berada di wilayah DKI Jakarta. Kehadiran para pimpinan gereja itu menambah kekhidmatan acara sekaligus mempertegas pesan persatuan umat di tengah situasi sulit.

Dari sisi liturgi dan seni, Natal bersama ini akan diwarnai penampilan paduan suara dari masing-masing gereja. Salah satu penampilan yang dinanti adalah koor dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU) yang berdomisili di DKI Jakarta, dengan jumlah anggota sekitar 109 orang. Alunan lagu-lagu Natal dari berbagai latar etnis Batak akan menjadi pengikat emosional, menghubungkan memori kampung halaman dengan realitas hidup di perantauan.

Bagi warga Sumatera Utara di Jakarta dan sekitarnya, Natal ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi ruang bersama untuk merawat ingatan, menguatkan solidaritas, dan menegaskan bahwa di tengah bencana dan duka, harapan tetap bisa dirayakan—secara sederhana, namun penuh makna.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini