Beranda Utama Prabowo Gerak Cepat Bangun Rumah Korban Bencana, Menteri Ara dan Tito Letakkan...

Prabowo Gerak Cepat Bangun Rumah Korban Bencana, Menteri Ara dan Tito Letakkan Batu Pertama di Taput

0
20
Didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, Presiden Prabowo Subianto meresmikan akad massal 50.030 rumah subsidi KPR FLPP, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten pada Sabtu (20/12/2025)

TAPANULI UTARA — Pemerintah mengambil langkah luar biasa dalam penanganan bencana. Ketika sebagian besar wilayah terdampak bencana di Indonesia masih berkutat pada pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan pangan, pembangunan rumah permanen justru sudah dimulai.

Minggu, 21 Desember 2025, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meletakkan batu pertama pembangunan 103 unit rumah bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Langkah cepat ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah kalangan menilai keputusan tersebut nyaris tanpa preseden dalam sejarah penanganan perumahan pascabencana di Indonesia. Pada fase seperti ini, pemerintah umumnya masih disibukkan dengan inventarisasi kerusakan, verifikasi calon penerima bantuan, hingga distribusi logistik. Namun Prabowo memilih jalur berbeda. Ia langsung memerintahkan jajarannya untuk memulai pembangunan rumah sebagai bentuk konkret kehadiran negara di tengah krisis.

Tokoh masyarakat Batak, MP Tumanggor, mengapresiasi langkah cepat pemerintah tersebut. Menurut dia, keputusan Presiden Prabowo mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan berani memangkas tahapan birokrasi dalam situasi darurat.

“Kita sangat mengapresiasi langkah Menteri atas arahan Presiden Prabowo yang begitu cepat langsung membangun rumah bagi masyarakat terdampak. Yang patut dicatat, pembiayaan ini tidak bersumber dari APBN,” ujar Tumanggor.

Menteri PKP Maruarar dan Mendagri bersama Bupati Tapteng Masinton Pasaribu serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia saat meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap warga terdampak bencana.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan nilai solidaritas dalam budaya Batak, yang menempatkan kebersamaan dan tanggung jawab moral sebagai fondasi utama kehidupan sosial. Dalam tradisi Batak, membantu sesama yang tertimpa musibah bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan panggilan adat.

“Dalam falsafah Dalihan Na Tolu, penderitaan satu orang adalah urusan bersama. Ketika negara hadir cepat, itu memberi pesan kuat bahwa masyarakat tidak dibiarkan sendiri,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, biaya pembangunan 103 unit rumah di Tapanuli Utara berasal dari sumbangan pribadi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Total nilai pembangunan diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp 10 miliar. Tumanggor menilai inisiatif tersebut sebagai langkah yang jarang terjadi dalam praktik pembangunan perumahan nasional.

“Belum pernah ada pembangunan rumah korban bencana yang dilakukan secepat ini. Ketika negara biasanya masih menghitung kerusakan, sekarang justru sudah mulai membangun,” ujarnya.

Maruarar Sirait menegaskan, pembangunan rumah tersebut merupakan pelaksanaan langsung arahan Presiden Prabowo agar kementerian tidak terjebak prosedur berlapis ketika masyarakat membutuhkan kepastian tempat tinggal. Ia menyebut langkah ini sebagai tanggung jawab moral pejabat negara dalam situasi krisis.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah agar pembangunan berjalan tanpa hambatan administratif. Ia meminta percepatan perizinan, kesiapan lahan, serta dukungan infrastruktur dasar dari pemerintah setempat.

Pembangunan rumah di Tapanuli Utara juga bukan satu-satunya agenda. Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan rumah serupa bagi korban bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah dan sejumlah wilayah lain di Sumatera Utara. Lokasi serta jumlah unit tambahan masih dalam tahap finalisasi.

Di luar Sumatera Utara, skala bantuan perumahan juga diperluas. Menurut informasi yang diperoleh IndonesiaFinance, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman akan segera merealisasikan pembangunan 2.500 unit rumah bagi korban bencana alam di berbagai wilayah Sumatera. Program tersebut didukung oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dan tidak bersumber dari anggaran negara. Dengan tambahan ini, total bantuan perumahan yang telah dan akan dibangun mencapai 2.603 unit.

MP Tumanggor menilai kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai faktor penting dalam percepatan pemulihan pascabencana. “Kita patut berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Solidaritas kemanusiaan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” ujarnya.

Rangkaian agenda percepatan pembangunan ini berlangsung sehari setelah Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan kesepakatan pembangunan 50.003 unit rumah subsidi di Serang, Banten, pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sehari berselang, Maruarar Sirait dan Tito Karnavian turun langsung ke lapangan untuk memulai pembangunan rumah bagi korban bencana di Tapanuli Utara.

Jika pembangunan ini rampung sesuai target, proyek di Tapanuli Utara berpotensi menjadi preseden baru dalam penanganan bencana nasional—bukan hanya karena kecepatannya, tetapi juga karena menghadirkan model kolaborasi antara negara, pejabat publik, dan filantropi, yang berpijak pada nilai solidaritas lokal yang hidup di tengah masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini